Disney Mewajibkan Karian Untuk Vaksin di Akhir September

Perusahaan Walt Disney mengatakan pada hari Jumat bahwa mereka mewajibkan semua karyawan yang digaji dan non-serikat pekerja di AS untuk divaksinasi penuh terhadap virus corona pada akhir September.

Karyawan yang masih bekerja dari rumah akan diminta untuk memberikan verifikasi vaksinasi sebelum kembali ke situs Disney mana pun, termasuk taman hiburan dan kantor.

Disney mengatakan telah memulai percakapan dengan serikat pekerja yang mewakili karyawan lainnya, terutama mereka yang bekerja di taman hiburannya.

“Vaksin adalah alat terbaik yang kita semua miliki untuk membantu mengendalikan pandemi global ini dan melindungi karyawan kita,” kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.

Pemberitahuan itu muncul tak lama setelah Disney mengatakan akan mulai mewajibkan para tamu taman hiburan untuk mengenakan masker saat berada di lokasi dalam ruangan di taman hiburan domestiknya terlepas dari status vaksinnya.

Kebijakan ini diberlakukan setelah Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit membalikkan arah dan merekomendasikan agar orang yang divaksinasi penuh mulai memakai masker di dalam ruangan lagi di tempat-tempat dengan tingkat penularan Covid yang tinggi. Ini hot spot termasuk negara-negara seperti California dan Florida di mana taman US Disney berada.

CDC memperingatkan pada hari Kamis bahwa varian delta yang menyebar ke seluruh negeri sama menularnya dengan cacar air. Ini juga memiliki jendela transmisi yang lebih lama daripada jenis Covid-19 asli dan dapat membuat orang tua lebih sakit, bahkan jika mereka telah divaksinasi sepenuhnya.

Perusahaan lain yang telah menerapkan kebijakan vaksinasi baru termasuk Google , Facebook dan Walmart .

Disney telah memperbarui kebijakan keselamatannya sesuai dengan peraturan kesehatan setempat baik domestik maupun internasional sejak pandemi dimulai. Baru-baru ini, perusahaan mulai membutuhkan bukti vaksinasi Covid atau tes Covid negatif sebelum masuk di taman hiburan yang berbasis di Paris berdasarkan pedoman Prancis.

Sumber : CNBC

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *